Rabu, 30 September 2015

Prosa

Dunia yang Belum Pernah Terlihat












Seorang bayi mencoba keluar dari singgasananya yang hangat. Menjajaki langkah menyusuri hutan yang luas. Seolah tidak perduli dengan bahaya, ia tetap merangkak dengan senyum yang terkembang diwajahnya. Tidak takut dengan dunia yang belum dikenalnya sekalipun. Sesekali meringis karena kaki yang tidak beralas tergores ranting-ranting yang gugur berserakan. Namun tidak pernah membuatnya merajuk. Seakan melupakan jati dirinya yang asli, dengan baju dan tubuh yang mulai kotor, dia tetap menikmati petualangannya. Tak ingatkah dia, padahal biasanya dia hanya bisa merengek, mengadu pada sang ibu untuk digendong dan diberi susu. Menangis menjerit-jerit ketika keinginannya tidak dipenuhi, benar-benar bayi yang polos. Dan saat ini seperti bukan dirinya, dia memanjat pohon mencoba menangkap seekor kumbang yang asing baginya. Begitu beraninya dia. Tanpa bekal apapun dia berhasil membawa harta karun sebuah memori yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar